Saturday, October 31, 2015

#2:Staf KBRI Ryadh Berdebar Saksikan Pemenggalan WN Pakistan


gosip terbaru - #2:Staf KBRI Ryadh Berdebar Saksikan Pemenggalan WN Pakistan


Kedutaan Besar RI di Ryadh mengaku mendapat pengalaman yang tak terlupakan. Mereka mendapat kesempatan menyaksikan langsung pemenggalan WN Pakistan yang membunuh suami istri asal Indonesia di
Arab Saudi.

KBRI Riyadh sejak awal sudah mendampingi proses penanganan pembunuhan yang menimpa pasangan suami-istri, Bambang Sugianto Bin Hadi Karmo dan Surati Widiastuti Bt. Kasdu Kar. Pasangan suami istri ini dibunuh oleh WN Pakistan, Amal Jan Haj, pada tanggal 2 November 2012 lalu.

“Atas perbuatannya, Amal Jan akhirnya dijatuhi hukuman eksekusi mati atas tuntutan hak khusus ahli waris korban,” demikian tertulis dalam keterangan pers yang diterima VIVA.co.id, Kamis, 29 Oktober 2015.

Amal tak mendapat maaf dari anak korban yang merupakan ahli waris, yang berada di Indonesia. Pria Pakistan ini juga termasuk miskin hingga tak mampu membayar diyat (ganti rugi).

Tim Perlindungan KBRI Riyadh yang diwakili Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar, Konsultan Hukum Muhammad Ahmad Al-Qarni dan staf KBRI, Bilal Fatahillah dan Fariz Hermawan, diberikan kesempatan menyaksikan langsung pelaksanaan eksekusi mati terhadap Amal Jan Haj, sebagai perwakilan resmi dari ahli waris korban.

“Dari jarak sekitar 15 meter, kami melihat dengan jelas bagaimana algojo mengayunkan pedangnya, hingga badan Amal Jan tersungkur setelah lehernya terpisah dari kepalanya. Pengalaman yang tak terlupakan,“ ujar Chairil.

Menurut Chairil, pengalaman lain yang membuatnya berdebar adalah pada saat Pejabat Kantor Gubernur Riyadh melayangkan pertanyaan sebanyak dua kali kepadanya sebagai perwakilan resmi ahli waris korban, apakah ahli waris mau memaafkan pelaku. “Tidak!” kata Chairil dengan tegas.

Ia menjelaskan, proses eksekusi tersebut hanya berlangsung singkat, tidak lebih dari 15 menit.

 Pelecehan Seksual, Pangeran Saudi Digugat Tiga Wanita AS

Setelah pernyataan tertulis untuk meneruskan eksekusi ditandatangani, konsultan hukum KBRI mengidentifikasi pelaku yang berada di dalam mobil tahanan. Setelah mendapat kepastian identitas pelaku, mobil dipindahkan ke tengah lapangan dan pelaku dikeluarkan.

“Dalam posisi berlutut, Algojo yang bernama Abdullah Nassir Al Amiry menjalankan tugasnya dengan sekali tebas. Jenazah kemudian dimasukkan ambulans dan dibawa ke Pemakaman Mansouriyah untuk dikebumikan,” tulis mereka dalam keterangan pers.

“Ini pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, khususnya bagi para WNI yang tinggal di Arab Saudi, agar tetap mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta tidak melanggarnya,” ucap dia. (ase)

0 comments:

Post a Comment