Seorang turis asal Provinsi Zheijiang di Tiongkok terpisah dari kelompoknya dan tersesat di Kota Terlarang di Beijing. Pria bernama Yu ini berencana untuk pulang sendiri ke rumahnya dari Beijing ke Zhenjiang yang
berjarak hingga 1.500 kilometer.
Turis berusia 73 tahun tersebut memanfaatkan matahari sebagai petunjuk arah menuju rumahnya. Namun, baru menempuh jarak 100 kilometer, Yu ditemukan oleh otoritas setempat dalam keadaan kelelahan dan kelaparan. Selain itu, ia juga tampak kebingungan.
Yu sendiri ternyata memiliki kesulitan membaca serta menulis. Ia juga menggunakan bahasa dengan dialek khas kampungnya di desa Ru'ian dan kesulitan memahami bahasa standar Putonghua sehingga tak bisa bertanya kepada orang lain.
Saat ditemukan pun, Yu tak membawa kartu identitas dan tidak tahu sama sekali nomor kontak keluarganya. Beruntungnya, ia akhirnya masih bisa dipertemukan dengan keluarganya.
0 comments:
Post a Comment